Description
Lupakan anggapan bahwa Ilmu Kalam hanyalah kumpulan dogma kaku yang membosankan. Dalam buku ini, penulis mengajak Anda menaiki mesin waktu untuk menyaksikan pertarungan intelektual paling sengit dalam sejarah Islam. Dari perdebatan panas kaum Mu’tazilah yang mengagungkan akal, intrik politik yang menunggangi agama, hingga duel legendaris antara filsafat Ibnu Sina dan kritik tajam al-Ghazali, buku ini merekam bagaimana para pemikir muslim meramu keyakinan di tengah gempuran budaya asing dan filsafat Yunani. Ini adalah kisah tentang bagaimana teologi Islam tumbuh, beradaptasi, dan bertahan melintasi zaman, bukan sebagai artefak museum, melainkan sebagai organisme yang hidup.
Namun, buku ini tidak berhenti pada kekaguman masa lalu. Di era modern yang dipenuhi tantangan sekularisme, kemajuan sains, dan pluralisme, masihkah teologi Islam relevan? Penulis menjawabnya dengan tegas melalui gagasan para pembaharu seperti Fazlur Rahman dan Hasan Hanafi. Narasi buku ini menggiring kita melihat transformasi Ilmu Kalam: dari perdebatan “langit” yang abstrak menjadi solusi “bumi” yang konkret. Bagi Anda yang gelisah mencari titik temu antara iman dan kemajuan zaman, buku ini menawarkan peta jalan untuk memahami bagaimana Islam merespons dunia modern tanpa kehilangan jati dirinya.




Reviews
There are no reviews yet.